Sabtu, 29 Oktober 2011

The Reason part III

Kareen memasuki sebuah apartemen yang cukup besar dibandingkan dari apa yang dia bayangkan. Kakinya mulai terasa sakit ketika dia mulai menyadari betapa panjangnya perjalanan yang baru saja dia tempuh. Kareen dan Zivo berhenti di depan sebuah pintu berputih dengan garis hitam di setiap sisinya.
“tidak apa-apa kan?” Zivo memalingkan wajahnya ke arah Kareen seraya memegangi ganggang pintu. Kareen memasang wajah seolah-seolah berbicara ini-sudah-lebih-dari-cukup!
“yah inilah apartemenmu selama kau tinggal di Indonesia.” Ucap Zivo sambil membentangkan tangannya.
“Okay, better you back and let me sleep” jawaban yang tidak sopan keluar dari mulut Kareen. Zivo menyipitkan matanya. “Hahaha... just make a joke on you,” Kareen terkekeh setelelah melihat ekspresi Zivo.
“Even you kid on me, I wanna back and let you go to bad dream I wish.” Senyum zivo mengembang “see you tomorrow” Zivo melenggang pergi dan menutup pintu.

The Reason part II

Iringan lagu Barry Marylow terdengar dari dalam Restoran Orchard Mattew, restoran elite terletak di pinggir dermaga kota Plymouth. Dindingnya yang berwarna Blanced Almond dipadukan dengan garis –garis dan lengkungan keemasan cukup menandakan behawa di dalamnya hanya ada orang-orang yang dikelilingi oleh jutaan dollar yang tercecer.
Mata Kareen terpejam menikmati irama yang diciptakan tuts piano di ujung ruangan yang dimainkan seorang pemuda yang  mempunyai rambut ikal dan selalu saja tersenyum memandangi pengunjung yang terlena dengan permainan yang dimaikannya.
“apa kau sudah dapat kabar dari Fein?” tanya Alex dengan sesendok Gelatoo Sole Mio[1] ditangannya.
“Belum.”
“Ini dia,” Alex merogoh saku kiri celananya yang sedang bergetar. Alex menatap Kareen dengan sebuah senyuman yang tidak bisa ditebak. “mungkin setelah ini pekerjaanmu akan semakin berat.”
“apa maksudmu?” tanya Kareen dengan menekankan intonasi di setiap katanya.
“aku disuruh menyampaikan kepadamu bahwa target sudah ditemukan,” Alex menghentikan perkataannya ketika melihat Kareen semakin melebarkan matanya, tiba-tiba tanpa bisa ditahan Alex terkekeh dan membuat kareen semakin melebarkan matanya.
“oke..oke.. target sudah di temukan di Turki. Dan minggu depan kau disuruh meletakkan batu-batu pengintai itu di tempat yang sudah dia tentukan.”
“Kenapa harus aku?” protes Kareen dengan suara yang melengking. Mata Alex melebar melebihi mata Kareen sebelumnya.
“Mana aku tahu, gembel...!!!” ucap Alex dengan gemas.

The Reason part I (by.NNZ)

Jeritan suara Gerald Way dari dalam ponsel memekikkan telinga Karren. Dia memaksa kulit matanya untuk terbuka dengan sedikit gerakan seluruh anggota tubuhnya yang membuatnya nyaman. Dengan mata yang masih tertutup Kareen meraba-raba balik bantal, tangannya tidak sabar menemukan benda kotak tipis yang jika dibiarkan bisa menulikan telinganya.
            “Aku baru bangun tidur.” Ucap Kareen dengan suara serak.
            “Cepat mandi, ku tunggu di Clésovida!” Panggilan terputus. Kareen menarik nafas panjang dan menyeret langkahnya dan menuju kamar mandi.


Kamis, 27 Oktober 2011

behind father's figure..

lagi browsing .cari artikel tentang ayah. akhirnya dapet juga. langsung q share ke sini...
Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya. Akan sering merasa kangen sekali dengan Mama/Ibunya. Lalu bagaimana dengan Papa/ayah?
Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

untuk dia yang menjadi imam dalam hidupku


Pernikahan atau perkawinan, Menyingkap tabir rahasia …
Isteri yang kamu nikahi,
Tidaklah semulia Khadijah,
Tidaklah setaqwa Aisyah,
Pun tidak setabah Fatimah …
Justru Isteri hanyalah wanita akhir zaman,
Yang punya cita-cita, Menjadi solehah…

Puas-Puasin :*

Besok udah hari ke8 aq ijin dan harus balek ke malang ,, malem ni harus puas-puasin mosting di blog,,cos klo'dah di sana gak bisa(g da laptop)..yah beginilah- begitulah berat memang tapi kudu tetep dijalani :) kalok emang mao sukses gak boleh usahanya cuman stengah2 tapi kudu full,full,and full 100%.kudu tetep jalani jalan didepanmu meskipun jalan itu terjal banget!Bismillah ya Allah bantu aq hadapi semua beban ini i believe "Inna ma'al 'usri yusroo..wainna ma'al 'usri yusroo.."

Sinapsis Kita Jelas Berbeda :)

oleh Shannastaniar Aisya Adif pada 05 Oktober 2011 jam 20:14
Saat ku gambarkan. .
Bagaikan senyawa matriks dirimu untukku. Tempat dimana ingin aku melekatkan semua perasaan yang tak pernah ada ujungnya ini. Kau menopangku dengan berbagai serat kolagenmu yang bersifat gagah itu.
Aku mencintaimu dengan eksokrin melalui cara istimewa. Dan Feromon sebagai bahasa komunikasi kita.
Namun, entah karena suatu apa, aku justru merasa bahwa diriku ini semakin mirip lakuna, dimana matriks mu hanya mampu terbungkus dalam ruang-ruang kecil di sekelilingku. Tak sampai padaku. Sehingga aku tetap terkungkung dalam mesentrium ku, yang hanya berani secara diam-diam menautkanmu dalam hati. Masih malu hati ini menilik apikal mu. Keadaanku hanya berupa lamina retikularis atau lamina basalis.
Lapisan dasar. Belum juga kucapai epitel hatimu.
Aku hanya aku yang masih saja tak  bisa lolos dari histaminmu.  Yah, permeabilitas hati yang kau miliki cukup sombong untuk ku lalui. Aku lemah untuk itu.  Berulang kucoba mensintesis matriks mu dengan kondrosit yang aku miliki, lagi lagi aku tetap tak bisa.
Aku sadari satu hal. .

Perempuan hebat itu Ibuku

kutipan dari facebook Terima Kasih Ibu
"Jangan mudah putus asa karena setiap kegagalan itu pasti ada hikmah yang hebat didalamnya. Tuhan Maha Mengetahui. Tak mungkin Dia akan mengabaikan umatnya"

Kata–kata itu selalu dicamkan Ibu pada kami, anak-anaknya, setiap kali kami menemui kegagalan. Terkadang kami menganggap hal itu sungguh klise, atau sebuah nasehat yang biasa untuk memotivasi kami bila kami larut dalam kesedihan saat mendapati sesuatu yang tidak seperti kami inginkan. Tapi sekarang betapa aku rindu sekali mendengar nasehat Ibu terlebih bila aku terbentur masalah kantor, rumah tangga ataupun yang lain.

Rabu, 26 Oktober 2011

Copy-paste *biarkan.

Bintang, kini kau cerah
dimalam ini
Seolah langit tertawa
tiada henti
...
Tak seperti hatiku
yang kesepian menanti hari

Biarlah,
langit tertawa
Tuk
menghibur hati
yang selalu menanti

Selasa, 25 Oktober 2011

Doa-ku-untukmu-sayang

kau mau aku apa, pasti kan ku beri
kau minta apa, akan ku turuti
walau harus aku terlelap dan letih
ini demi kamu sayang

reff:
aku tak akan berhenti
menemani dan menyayangimu
hingga matahari tak terbit lagi
bahkan bila aku mati
ku kan berdoa pada Ilahi
tuk satukan kami di surga nanti
tahukah kamu apa yang ku pinta
di setiap doa sepanjang hariku
Tuhan tolong aku, tolong jaga dia
Tuhan aku sayang dia

repeat reff
(Tuhan tolong aku, jaga jaga dia
Tuhan ku pun sayang dia)
repeat reff

*bagus banget liriknya,, bikin mbrebes mili T.T 

Minggu, 23 Oktober 2011

a little from "MORNING LIGHT"

Aku seperti bunga matahari yang selalu mengejar sinar matahari ,hanya pada dia : matahariku
Aku mengagumi kedalaman pikirannya,caranya memandang hidup-malah,aku mati-matian ingin seperti dirinya
Aku begitu terpesona hingga tanpa sadar hanya mengejar bayang-bayang............ Aku menghabiskan waktu dan tenaga untuk mendongak sampai lupa kemampuan diriku sendiri.
Aku bahkan mengabaikan suara lirih di dasar hatiku. Aku buta dan tuli.Dan di suatu titik akhirnya tersungkur.Saat itulah aku mulai bertanya-tanya : Apakah dengan menjadi seperti dia , akupun akan dicintai ?

sesi 7 sept '11

Menunggumu bagaikan menunggu komet datang,,meraihmu bagaikan aq ingin meraih bintang ,, semua hanya pasi dan takkan pernah menjadi nyata,,karna ku sadar aq takkan pernah ada di sna..di hati yang slalu kuimpikan.Saat ini mungkin memang aku harus mengalah dengan waktu,,yang terus menghalangiku bertemu dengan sosokmu,,aku sungguh masih sangat ingin mengenalmu,lebih dari yang ku tahu saat ini,,


#terjeratdengansarangcinta

Sabtu, 22 Oktober 2011

Kamu takkan pernah tau bagimana itu tantangan sebelum kamu benar-benar mencobanya (anonim)