Kareen memasuki sebuah apartemen yang cukup besar dibandingkan dari apa yang dia bayangkan. Kakinya mulai terasa sakit ketika dia mulai menyadari betapa panjangnya perjalanan yang baru saja dia tempuh. Kareen dan Zivo berhenti di depan sebuah pintu berputih dengan garis hitam di setiap sisinya.
“tidak apa-apa kan?” Zivo memalingkan wajahnya ke arah Kareen seraya memegangi ganggang pintu. Kareen memasang wajah seolah-seolah berbicara ini-sudah-lebih-dari-cukup!
“yah inilah apartemenmu selama kau tinggal di Indonesia.” Ucap Zivo sambil membentangkan tangannya.
“yah inilah apartemenmu selama kau tinggal di Indonesia.” Ucap Zivo sambil membentangkan tangannya.
“Okay, better you back and let me sleep” jawaban yang tidak sopan keluar dari mulut Kareen. Zivo menyipitkan matanya. “Hahaha... just make a joke on you,” Kareen terkekeh setelelah melihat ekspresi Zivo.
“Even you kid on me, I wanna back and let you go to bad dream I wish.” Senyum zivo mengembang “see you tomorrow” Zivo melenggang pergi dan menutup pintu.
